Navigasi Utama
Beranda Profil Akademik Kesiswaan Berita SPMB Alumni Kontak
Motto Madrasah: "Madrasah Cerdas Digital, Berkarakter Pesantren"
Kembali ke Berita Diperbarui 52 minutes ago
Akademik • 30 October 2026 • 43 Kali Dibaca

Pengelolahan Pelembagaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan di MA Miftahul Ulum Dampit

Nadiyatul Muflikhah

Tim Publikasi MA Miftahul Ulum

Pengelolahan Pelembagaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan di MA Miftahul Ulum Dampit

Pendahuluan

Kelompok mahasiswa semester 5 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Universitas Al-Qolam Malang, melaksanakan observasi di MA Miftahul Ulum Dampit untuk mengetahui pengelolaan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Informasi diperoleh melalui wawancara dengan Bapak Munib Hamdani, S.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.

Sejarah dan Perkembangan Lembaga

Berdasarkan hasil wawancara, lembaga pendidikan Miftahul Ulum Dampit mulai berdiri sekitar tahun 2010 dan mulai tercatat serta terverifikasi dalam data pemerintah pada tahun 2015. Lembaga ini berkembang dari pendidikan berbasis pesantren menjadi lembaga yang juga menyelenggarakan pendidikan formal. Jumlah peserta didik dan santri mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Strategi Branding dan PPDB

MA Miftahul Ulum Dampit mempromosikan lembaga melalui media sosial, brosur, sosialisasi ke sekolah, dan kunjungan ke rumah calon peserta didik. Pendaftaran peserta didik baru dibuka sekitar bulan Maret melalui Google Form, sedangkan persiapannya dilakukan sejak bulan Juli hingga Januari. Madrasah juga telah melakukan dua kali revisi logo sebagai bentuk penyempurnaan identitas lembaga.

Pemanfaatan Teknologi dalam Administrasi

Pengelolaan administrasi memanfaatkan sistem informasi akademik melalui situs apk.mamuda.my.id, Rapor Digital Madrasah (RDM) untuk pengelolaan nilai, serta absensi digital melalui absensi.mamuda.my.id. Penggunaan sistem tersebut membantu pengelolaan data akademik dan administrasi peserta didik.

Media Pembelajaran dan Evaluasi

Dalam pembelajaran, guru menggunakan proyektor untuk membantu penyampaian materi agar lebih menarik dan mudah dipahami. Penggunaan telepon seluler disesuaikan dengan aturan madrasah dan pondok pesantren.

Sementara itu, pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) masih menggunakan metode tertulis. Percobaan ujian berbasis telepon seluler sebelumnya terkendala jaringan Wi-Fi dan masalah teknis lainnya.

Pengelolaan Sumber Daya Pendidik

Berdasarkan keterangan narasumber, madrasah memiliki sekitar 12 guru yang mengampu kurang lebih 20 mata pelajaran. Seorang guru dapat mengajar dua hingga tiga mata pelajaran sesuai dengan pembagian tugas dan kebutuhan lembaga.

Kesimpulan

Hasil observasi menunjukkan bahwa MA Miftahul Ulum Dampit memadukan pendidikan formal dengan pendidikan pesantren serta memanfaatkan teknologi dalam promosi, administrasi, dan pembelajaran. Meskipun ujian masih dilaksanakan secara tertulis, penggunaan sistem digital untuk pengelolaan nilai dan absensi telah mendukung administrasi madrasah. Pengembangan teknologi ke depan perlu disesuaikan dengan kesiapan sarana prasarana dan kebutuhan lembaga.

Apakah Artikel Ini Bermanfaat?

Berikan apresiasi Anda untuk penulis berita ini.

Komentar Pembaca 0

Tuliskan Komentar Anda:

💬

Belum ada komentar untuk berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!